UNIT LAYANAN TERBAIK

Untuk mencapai pelayanan publik yang makin baik, tahun ini PPNS mulai memberikan apresiasi nyata bagi unit layanan yang memuaskan para pengguna layanan.

    Berdasarkan survei terhadap dosen, karyawan, dan mahasiswa, didapatkan 3 pemenang Unit Layanan Terbaik 2018.

      Tepat pada hari Senin, 17 September 2018 dalam acara Sidang Terbuka PPNS dalam Rangka Dies Natalis ke-31,
      Unit Klinik PPNS dinobatkan sebagai Juara 1 dalam kategori Unit Layanan Terbaik di lingkungan PPNS.

      Kami mengucapkan terima kasih untuk dukungan semua keluarga besar PPNS. Semoga kami mampu meningkatkan pelayanan lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Lupus Eritematosus Sistemik (LES)

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik atau lebih dikenal dengan sebutan SLE atau LES berbagai istilah lainnya seperti penyakit dengan seribu wajah, merupakan salah satu penyakit reumatik autoimun yang memerlukan perhatian khusus baik dalam mengenali tampilan klinis penyakitnya hingga pengelolaannya.
Penyakit ini terutama menyerang wanita usia reproduksi dengan angka kematian yang cukup tinggi. Faktor genetik, imunologik dan hormonal serta lingkungan diduga berperan
dalam patofisiologi LES.



Apa itu LUPUS?
Systemic lupus erythematosus (SLE)
Penyakit inflamasi kronik sistemik yang disebabkan oleh gangguan autoimunitas. Penyakit autoimun terjadi bila jaringan tubuh “diserang” oleh sistim imun dirinya sendiri. Pasien Lupus atau orang dengan Lupus (ODAPUS) memiliki sejumlah autoantibodi yang tidak biasa di dalam darahnya dan beredar ke seluruh tubuh mengakibatkan keradangan / kerusakan / gangguan pada target jaringan yang diserangnya.
SLE dapat menyebabkan penyakit / gangguan pada berbagai jenis organ mulai dari kulit, jantung, hati, paru, otak, sistim pencernaan, persendian dan sebagainya. Dapat dikatakan semua jaringan tubuh dapat dipengaruhi oleh SLE.
Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada wanita usia reproduktif, sekitar 9-14 kali dibandingkan SLE pada laki-laki. Di Indonesia, terdapat perbedaan insidensi SLE di beberapa wilayah tertentu. Belum diketahui apakah berkaitan dengan etnik yang ada.

Apa Saja Gejala Penyakit LUPUS?
– Demam tanpa bukti infeksi.
– Penurunan berat badan dan nafsu makan.
– Nyeri dada yang memberat saat menarik nafas dalam (pleurisy)
– Rambut rontok hingga kebotakan
– Nyeri otot, sendi
– Mual, muntah
– Ruam kulit
– Reaksi tidak wajar terhadap paparan sinar matahari (fotosensitif)
– Sariawan
– Pembengkakan kelenjar getah bening

Kriteria Diagnosis Lupus Eritematosus Sistemik

Jenis Penyakit LUPUS?
1. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)
Lupus ini terjadi secara menyeluruh (sistemik) pada tubuh penderita dan merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Dinamakan lupus sistemik dikarenakan terjadi pada berbagai organ, terutama sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utamanya adalah inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.

2. Lupus eritematosus kutaneus (cutaneous lupus erythematosus/CLE)
Merupakan manifestasi lupus pada kulit yang dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari SLE. CLE dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu acute cutaneous lupus erythematosus (ACLE), subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE), dan chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE).

3. Lupus imbas obat
Beberapa jenis obat dapat menimbulkan gejala yang terlihat mirip dengan gejala lupus, pada orang yang tidak menderita SLE. Akan tetapi jenis lupus ini bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah berhenti mengonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan lupus jenis ini, antara lain metildopa, procainamide, D-penicillamine (obat untuk mengatasi keracunan logam berat), serta minocycline (obat jerawat).

4. Lupus Eritematosus Neonatal
Lupus eritematosus neonatal merupakan jenis lupus yang terjadi pada bayi baru lahir. Lupus neonatal diakibatkan oleh autoantibodi, yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP. Ibu yang melahirkan anak yang menderita lupus eritematosus neonatal belum tentu mengidap lupus. Biasanya lupus eritematosus neonatal hanya terjadi pada kulit dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun pada kasus yang jarang, lupus neonatal dapat menyebabkan congenital heart block, yaitu gangguan irama jantung pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat diatasi dengan cara memasang alat pacu jantung.

    Kapan Kita Mulai Mewaspadai Timbulnya Penyakit LUPUS?
    Apabila muncul gejala sebagai berikut……………………..
    Gejala umum berupa kelelahan, demam (tanpa bukti infeksi) dan penurunan berat badan.
    Gejala pada otot dan sendi berupa radang sendi, nyeri sendi dan radang otot.
    Gejala pada kulit seperti ruam kupu-kupu (butterfly atau malar rash), fotosensitivitas, lesi membrana mukosa, kebotakan (alopesia), ujung-ujung jari pucat, membiru dan terasa dingin (fenomena Raynaud), perdarah bawah kulit (purpura), gidu atau biduran (urtikaria), radang pembuluh darah (vaskulitis).
    Gejala pada ginjal berupa adanya darah dalam urin (hematuria), kebocoran protein ( proteinuria), gangguan pada sedimen urin hingga gangguan ginjal berat berupa sindroma nefrotik.
    Gejala perut dan usus mual, muntah, nyeri perut.
    Gejala paru-paru seperti terasa sesak terutama saat menarik nafas dalam (pleurisy), peningkatan tekanan darah paru, jejas pada jaringan paru.
    Gejala yang melibatkan jantung dan pembuluh darah seperti rketidakteraturan denyut jantung.
    Gejala akibat terkenanya sistim darah seperti kurang darah (anemia), menurunnya sel darah putih (lekopenia) dan keping-keping darah (trombositopenia).
    Gejala keterlibatan saraf dan jiwa berupa kejang, gangguan ingatan hingga gejala psikosis.
    Kecurigaan tersebut dilanjutkan dengan melakukan penyingkiran terhadap penyakit lainnya yang memberikan gejala serupa.

Bagaimana Penanganan LUPUS?
Edukasi
1. Hindari sinar matahari – Ultra violet
Sinar ultra violet (UV) baik dari sinar matahari maupun buatan (artifisial UV) harus dihindari sebanyak mungkin. Berjalanlah pada selasar pertokoan, gunakan topi atau payung, kenakan sunscreen cream dengan daya proteksi yang disebut SPF (sun protection factor untuk UVB) minimal 30 dan terhadap UVA minimal PA++. Sunscreen harus dipakai sekitar 30 menit sebelum keluar rumah. Pemakaian sunscreen harus diulang-ulang terutama bagi mereka yang sering membasuh wajah / wudhu.
2. Hindari merokok karena risiko untuk terjadinya serangan jantung atau stroke meningkat pada pasien SLE.
3. Lakukan latihan teratur setiap hari. Walaupun seringkali anda merasa lelah. Latihan akan memperbaiki sirkulasi darah, mempertahankan kekuatan dan massa otot.
4. Diet dianjurkan yang kurang mengandung lemak jenuh, tidak mengandung herbal yang memicu sistim imun, suplemen vitamin D diperlukan untuk metabolisme kalsium / tulang serta perbaikan sistim imun.
5. Hindari atau diskusikan dengan dokter anda bila harus mendapat pengobatan tertentu seperti golongan sulfa, procainamide dan sebagainya. Beberapa jenis obat dapat memperburuk kondisi Lupusnya.

Obat-Obatan
Pemakaian obat tergantung dari kondisi masing-masing pasien. Obat dapat diberikan dalam kombinasi atau tunggal. Namun pada umumnya beberapa jenis obat diberikan bersamaan. Anti Inflamasi Non-Steroidal (AINS)
Beberapa obat anti radang non-steroidal dapat diberikan untuk mengurangi atau mengatasi nyeri atau radang sendi, dan keradangan. Perlu diperhatikan selain manfaatnya, terdapat beberapa efek samping yang dapat melibatkan sistim saluran cerna, saluran kemih dan ginjal serta jantung dan pembuluh darah. Untuk itu perlu diperiksa secara berkala fungsi ginjal, tekanan darah dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium.

Anti Inflamasi Steroid
Obat ini banyak digunakan untuk mengurangi proses keradangan dan menekan sistim imun. Perlu diatur dosisnya dan pemantauan terhadap tekanan darah, gula darah, risiko infeksi, katarak, osteoporosis dan sebaginya.
Pada umumnya obat ini akan digunakan dalam jangka panjang dan dosis dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Anti-malaria
Dipakai untuk mengurangi gejala pada kulit dan sendi serta memperbaiki ganguan pada keping-keping darah (trombosit) yang mudah melekat satu sama lainnya. Salah satu efek samping adalah pandangan kabur. Periksalah mata anda sebelum menaggunakan obat ini.

Imunosupresan
Beberapa obat pada kelompok ini dipakai untuk menekan sistim imun dan hasilnya adalah penekanan proses keradangan, baik di sendi atau organ. Efek samping pada darah seperti menurunnya jumlah leukosit dapat meningkatkan risiko terkena infeksi. Perlu pencegahan yang baik terhadap infeksi pada pemakai obat ini. Beberapa contoh yang sering dipakai adalah methotrexate (MTX), leflunomide, sulfasalazine, azathioprine, cyclosporin A, dan cyclophosphamide.

Agen Biologik
Perkembangan terbaru pengobatan SLE adalah menggunakan agen biologik. Agen biologik sebagaimana halnya imunospuresan di atas, akan menekan sistim imun melalui ikatan terhadap molekul yang memperantarai proses keradangan yang dikenal dengan nama “sitokin”. Manakala menggunakan obat ini, perlu dilakuan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya infeksi spesifik seperti tuberkulosis, keganasan (kanker) dan fungsi organ.

Rehabilitasi Medik
Latihan penguatan otot, lingkup gerak sendi dan mengurangi nyeri melalui pengobatan kompres hangat atau dingin, atau menggunakan alat seperti ultra sound (US) dan lain sebagainya diperlukan untuk mempertahankan massa otot, menghindari kekakuan sendi, mengurangi risiko munculnya sumbatan pada pembuluh darah.

HIPERTENSI (Tekanan Darah Tinggi)

APA ITU HIPERTENSI?
Sebelum bisa memahami hipertensi, kita perlu mempelajari tentang apa itu tekanan darah terlebih dahulu. Denyutan jantung bisa memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Ketika darah dipompa ke dalam pembuluh arteri, tekanan yang mendorong dinding pembuluh arteri disebut sebagai “tekanan darah”. Tekanan sistolik atau “tekanan darah atas” merupakan tekanan yang diberikan pada dinding pembuluh arteri saat jantung berkontraksi. Tekanan diastolik atau “tekanan darah bawah” merupakan tekanan yang diberikan pada dinding pembuluh arteri saat jantung berelaksasi.
Tekanan darah umumnya diukur dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). Menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia, hipertensi ditandai adalah pembacaan tekanan darah yang melebihi nilai lebih dari 140 (tekanan darah tinggi) dan 90 (tekanan darah rendah) mmHg dengan pengukuran berulang saat orang tersebut sedang dalam kondisi istirahat.

APA SAJA FAKTOR RESIKO HIPERTENSI?
1) Usia
Tekanan darah cenderung meningkat dengan bertambahnya usia. Pada laki-laki meningkat pada usia lebih dari 45 tahun sedangkan pada wanita meningkat pada usia lebih dari 55 tahun.
2) Berat
kelebihan berat badan atau obesitas.
3) Jenis Kelamin
Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi daripada wanita.
4) Riwayat Kesehatan Keluarga
orang cenderung lebih mudah untuk menderita hipertensi jika ada anggota keluarganya yang pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya.
5) Kebiasaan Gaya Hidup tidak Sehat
Gaya hidup tidak sehat yang dapat meningkatkan hipertensi, antara lain minum
minuman beralkohol, kurang berolahraga, stress, dan merokok.

  • a. Merokok
    Merokok merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan hipertensi, sebab rokok mengandung nikotin. Menghisap rokok menyebabkan nikotin terserap oleh pembuluh darah kecil dalam paru-paru dan kemudian akan diedarkan hingga ke otak. Di otak, nikotin akan memberikan sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepas epinefrin atau adrenalin yang akan menyempitkan pembuluh darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih berat karena tekanan darah yang lebih tinggi. Tembakau memiliki efek cukup besar dalam peningkatan tekanan darah karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kandungan bahan kimia dalam tembakau juga dapat merusak dinding pembuluh darah. Karbon monoksida dalam asap rokok akan menggantikan ikatan oksigen dalam darah. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah meningkat karena jantung dipaksa memompa untuk memasukkan oksigen yang cukup ke dalam organ dan jaringan tubuh lainnya. Karbon monoksida dalam asap rokok akan menggantikan ikatan oksigen dalam darah. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah meningkat karena jantung dipaksa memompa untuk memasukkan oksigen yang cukup ke dalam organ dan jaringan tubuh lainnya.

  • b. Kurangnya aktifitas fisik
    Aktivitas fisik sangat mempengaruhi stabilitas tekanan darah. Pada orang yang tidak aktif melakukan kegiatan fisik cenderung mempunyai frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan otot jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi. Makin keras usaha otot jantung dalam memompa darah, makin besar pula tekanan yang dibebankan pada dinding arteri sehingga
    meningkatkan tahanan perifer yang menyebabkan kenaikkan tekanan darah. Kurangnya aktifitas fisik juga dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan yang akan menyebabkan risiko hipertensi meningkat. Studi epidemiologi membuktikan bahwa olahraga secara teratur memiliki efek antihipertensi dengan menurunkan tekanan darah sekitar 6-15 mmHg pada penderita
    hipertensi. Olahraga banyak dihubungkan dengan pengelolaan hipertensi, karena olahraga isotonik dan teratur dapat menurunkan tahanan perifer yang akan menurunkan tekanan darah. Olahraga juga dikaitkan dengan peran obesitas pada hipertensi.

    APA PENYEBAB HIPERTENSI?
    Hipertensi bisa dikategorikan menjadi dua jenis, primer dan sekunder, dengan penyebab yang berbeda:
     Hipertensi primer: sekitar 90% dari kasus hipertensi adalah hipertensi primer, tidak ada penyebab yang bisa diidentifikasi dan sebagian besar terkait dengan faktor keturunan, kepribadian, stres mental, dan obesitas.
     Hipertensi sekunder: hipertensi umumnya disebabkan oleh penyakit lain atau perubahan pada kondisi kesehatan, misalnya penyakit ginjal dan gangguan endokrin (gangguan kelenjar endokrin yang mengeluarkan hormon). Tekanan darah pasien akan kembali normal jika penyakit tersebut sudah disembuhkan.

    BAGAIMANA CARA MENDIAGNOSA HIPERTENSI?
    Cara yang paling mudah dan paling sederhana adalah dengan menggunakan pengukur tekanan darah untuk mengukur tekanan darah Anda. Bila diperlukan, dokter akan menentukan pemeriksaan kesehatan pasien lebih lanjut, seperti tes darah, elektrokardiogram (rekam listrik jantung untuk memeriksa apakah jantung berfungsi dengan baik), pemeriksaan dada dengan sinar-X, tes urine dan pemeriksaan fundus (permukaan interior mata), dll untuk mengidentifikasi penyebab hipertensi dan potensi bahayanya terhadap organ internal.

    Klasifikasi Tekanan Darah menurut WHO

        APA KOMPLIKASI DARI HIPERTENSI?
        Hipertensi yang tidak terkendali bisa menyebabkan komplikasi berikut ini:
         Arteriosklerosis (pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi lainnya ke organ tubuh mengeras dan menjadi lebih sempit): Arteriosklerosis bisa menyebabkan penyakit serius, misalnya penyakit jantung dan stroke.
         Aneurisma (pembuluh darah yang bengkak): hipertensi yang tidak terkendali bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi tipis dan mengembang, dan mengakibatkan aneurisma. Hal ini bisa berakibat fatal jika aneurisma pecah.
         Gagal jantung: peningkatan tekanan darah akan meningkatkan resistensi pembuluh darah, memberikan beban tambahan pada jantung; dan akan menyebabkan kegagalan jantung.
         Stroke: pecahnya aneurisma di otak bisa menyebabkan stroke. Hipertensi yang tidak terkendali juga bisa menyebabkan pembekuan darah di arteri karotis (arteri di leher). Bekuan darah tersebut bisa menyebabkan stroke emboli bila memasuki otak.
         Gagal ginjal: hipertensi yang tidak terkendali akan memengaruhi arteri di ginjal, menyebabkan kerusakan pada fungsi ginjal.
         Retinopati (kerusakan pembuluh darah pada jaringan peka cahaya di bagian belakang mata): hipertensi yang tidak terkendali akan memengaruhi arteriol (cabang arteri) di mata, sehingga menyebabkan lesi.

          BAGAIMANA CARA UNTUK MENCEGAH HIPERTENSI?
          Pencegahan hipertensi dimulai dengan kebiasaan hidup yang baik:
           Garam umumnya terbuat dari bahan natrium, dan kandungan natrium yang tinggi dalam makanan bisa menyebabkan hipertensi. Waspadalah terhadap asupan garam dalam makanan Anda sehari-hari, misalnya dengan mengurangi konsumsi makanan yang diasapi atau diawetkan dengan kandungan garam yang tinggi. Tanaman herbal, rempah atau jus lemon bisa digunakan untuk menggantikan garam atau MSG (senyawa untuk meningkatkan citarasa makanan) dalam memasak.
           Konsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan.
           Berhenti merokok dan kurangi konsumsi minuman beralkohol.
           Pengendalian berat badan.
           Olahraga secara teratur: kurangnya olahraga akan memengaruhi fleksibilitas pembuluh darah, yang bisa menyebabkan kekakuan pembuluh darah dan memicu hipertensi.
           Jaga agar pikiran Anda tetap rileks atau santai.

        17 Mei diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia

  • MALARIA

    World Malaria Day

    Hari Malaria Sedunia diperingati setiap 25 April. Hal ini bertujuan agar kita selalu aware dengan malaria. Berusaha mencegah lebih baik daripada mengobati.

      Disini akan kita ulas beberapa issue atau pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul tentang malaria.

      -> Apakah Malaria adalah penyakit yang mematikan?
      P. falciparum adalah jenis malaria yang paling mungkin menyebabkan infeksi berat dan jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan kematian. Meski malaria bisa menjadi penyakit mematikan, penyakit dan kematian akibat malaria biasanya dapat dicegah.

      -> Negara mana saja yang terdapat malaria?
      Malaria ditemukan di lebih dari 100 negara, terutama di daerah tropis di dunia, termasuk:
      area besar di Afrika dan Asia.
      Amerika Tengah dan Selatan.
      Haiti dan Republik Dominika.
      bagian Timur Tengah.
      beberapa pulau Pasifik.

      -> Gejala apa yang diderita orang yang menderita malaria?
      Gejala umum malaria meliputi: menggigil kedinginan yang bisa berkisar dari sedang sampai berat, demam tinggi, banyak berkeringat, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare.

      -> Berapa lama masa inkubasi malaria?
      Masa inkubasi antara infeksi malaria oleh gigitan nyamuk dan gejala awal dapat berkisar dari satu minggu hingga satu tahun. Umumnya, periode inkubasi berkisar dari sembilan hingga 14 hari untuk P. falciparum, 12-18 hari untuk P. vivax, dan 18-40 hari untuk P. ovale.

      -> Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengobati malaria?
      Pengobatan malaria tergantung pada jumlah faktor yang berbeda yang termasuk keparahan penyakit, spesies tertentu dari Plasmodium menginfeksi pasien dan potensi resistensi obat dari berbagai spesies dan strain Plasmodium. Secara umum, dibutuhkan sekitar dua minggu pengobatan untuk disembuhkan malaria.

      -> Bisakah malaria bisa sembuh dengan sendirinya?
      Dengan perawatan yang tepat, gejala malaria biasanya hilang dengan cepat, dengan obat dalam waktu dua minggu. Tanpa pengobatan yang tepat, episode malaria (demam, menggigil, berkeringat) dapat kembali secara berkala selama beberapa tahun. Setelah pemaparan berulang, pasien akan menjadi sedikit kebal dan menunjukkan gejala ringan.

      -> Apakah penyakit malaria bisa disembuhkan?
      Penyakit malaria dapat dikategorikan berat. Secara umum, malaria adalah penyakit yang dapat disembuhkan jika didiagnosis dan diobati dengan segera dan benar. Semua gejala klinis yang terkait dengan malaria disebabkan oleh parasit erythrocytic atau blood stage aseksual.

      -> Bagaimana Malaria membunuhmu?
      Jika obat tidak tersedia atau jika parasit resisten terhadap obat tersebut, infeksi malaria dapat berkembang menjadi anemia, hipoglikemia atau malaria serebral, di mana kapiler yang membawa darah ke otak diblokir. Malaria serebral dapat menyebabkan koma, defisiensi kognitif seumur hidup, dan kematian.

      -> Apakah malaria disebarkan dengan berciuman?
      Malaria tidak menular dan Anda tidak bisa menangkapnya dari kontak fisik dengan seseorang yang memilikinya. Parasit malaria tidak berada dalam air liur orang yang terinfeksi dan tidak diteruskan dari satu orang ke orang lain. Satu-satunya cara Anda dapat terinfeksi malaria dari seseorang adalah melalui transfusi darah atau transplantasi organ.

      -> Bisakah malaria kembali setelah perawatan?
      Malaria yang disebabkan oleh P. vivax dan P. ovale dapat kambuh pada interval yang tidak teratur hingga 3 hingga 4 tahun, tetapi obat dapat mencegah kekambuhan. P. malariae dapat tetap berada di dalam darah orang yang terinfeksi selama lebih dari 30 tahun, biasanya tanpa menimbulkan gejala apa pun.

      -> Apakah ada vaksin untuk malaria?
      Tidak seperti penyakit yang saat ini kita miliki vaksin yang efektif, paparan parasit malaria tidak memberikan perlindungan seumur hidup. Imunitas yang diperoleh hanya sebagian melindungi terhadap penyakit di masa depan, dan infeksi malaria dapat bertahan selama berbulan-bulan tanpa gejala penyakit.

      -> Bisakah Anda mengembangkan kekebalan terhadap malaria?
      Setelah serangan malaria berulang-ulang seseorang dapat mengembangkan kekebalan pelindung sebagian. Orang-orang “semi-imun” seperti itu sering masih dapat terinfeksi oleh parasit malaria tetapi mungkin tidak mengembangkan penyakit berat, dan, pada kenyataannya, sering tidak memiliki gejala khas malaria.

      -> Bisakah Anda tertular malaria dari seseorang?
      Malaria tidak menular dan Anda tidak bisa tertular dari kontak fisik dengan seseorang yang memilikinya. Parasit malaria tidak berada dalam air liur orang yang terinfeksi dan tidak diteruskan dari satu orang ke orang lain. Satu-satunya cara Anda dapat terinfeksi malaria dari seseorang adalah melalui transfusi darah atau transplantasi organ.

    Nah, pertanyaan terakhir, tapi sangat penting adalah :

      Bagaimana cara pencegahan penyakit malaria?

      *Menghindari gigitan nyamuk, Tidur memakai kelambu, menggunakan obat nyamuk, memakai obat oles anti nyamuk, pasang kawat kasa pada ventilasi, menjauhkan kandang ternak dari rumah, kurangi berada di luar rumah pada malam hari.

      *Pengobatan pencegahan, 2 hari sebelum berangkat ke daerah malaria, minum obat doksisilin 1 x 1 kapsul/ hari sampai 2 minggu setelah keluar dari lokasi endemis malaria.

      *Membersihkan lingkungan, Menimbun genangan air, membersihkan lumut, gotong royong membersihkan lingkungan sekitar, mencegahnya dengan kentongan.

      *Menebarkan pemakan jentik, Menekan kepadatan nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik. Seperti ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.

      *Menggunakan kelambu (bed net) pada waktu tidur, lebih baik lagi dengan kelambu berinsektisida.

      *Mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).

      *Menggunakan pembasmi nyamuk, baik bakar, semprot maupun lainnya.

      *Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.

      *Letak tempat tinggal diusahakan jauh dari kandang ternak.

      *Mencegah penderita malaria dan gigitan nyamuk agar infeksi tidak menyebar.

      *Membersihkan tempat hinggap/istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk.

      *Hindari keadaan rumah yang lembab, gelap, kotor dan pakaian yang bergantungan serta genangan air.

      *Membunuh jentik nyamuk dengan menyemprotkan obat anti larva (bubuk abate) pada genangan air atau menebarkan ikan atau hewan (cyclops) pemakan jentik.

      *Melestarikan hutan bakau agar nyamuk tidak berkembang biak di rawa payau sepanjang pantai.

    leave your comments below..

    AUTISME #AutismAwarenessWeek

      [HARI PEDULI AUTISME]
      2 APRIL 2018

      Seringkali saat mendengar kata “autis”, otak kita langsung berpikir tentang apatis.
      Hati kita tak sadar memberi gambaran sadis tentang penderita autis.
      🚫STOP IT!🚫
      Beberapa #autism justru mampu mengukir prestasi hebat yang sering tidak kita lihat. So, #stop judging everyone with autism!


      APAKAH YANG DISEBUT AUTIS?

    Autis merupakan suatu gangguan perkembangan yang komplek, yang akhir-akhir ini jumlahnya semakin meningkat. Autis bukanlah suatu penyakit yang menular dan membahayakan orang lain yang ada disekitarnya.
    .
    Pada pemeriksaan MRI, pada otak ditemukan adanya kerusakan yang khas di dalam otak pada daerah yang disebut dengan limbik sistem (pusat emosi).
    Pada umumnya individu autisme tidak dapat mengendalikan emosinya, sering agresif terhadap orang lain dan diri sendiri, atau sangat pasif seolah- olah tidak mempunyai emosi.
    .
    Oleh karena itu kemudian diketahui bahwa seseorang baru dikatakan mengalami gangguan autisme , jika ia memiliki gangguan perkembangan dalam tiga aspek yaitu kualitas kemampuan interaksi sosial dan emosional, kualitas yang kurang dalam kemampuan komunikasi timbal balik, dan minat yang terbatas disertai gerakan- gerakan berulang tanpa tujuan.
    Ciri-ciri tersebut harus sudah terlihat sebelum anak berumur 3 tahun. .
    🎀 Beberapa penanganan untuk anak autism: 🎀
    1. Terapi okupasi
    2. Terapi tingkah laku
    3. Terapi wicara
    4. Pendidikan kebutuhan khusus
    5. Terapi medikamentosa (obat)
    .
    Bagaimana mengidentifikasinya?
    Sekedar contoh, Misalnya dalam mengembangan alat identifikasi dan asesmen membaca permulaan:
    1. Apakah anak kelihatan gembira ketika membaca ?
    2. Apakah anak membaca apa yang dilihatnya, apakah ia menggunakan jarinya untuk mengikuti huruf atau kata yang dibaca ?
    3. Apakah anak punya buku yang disukainya ?
    4. Pernahkan anak membicarakan buku-buku yng pernah dibacakan untuknya ?
    5. Apakah anak mengenal namanya sendiri dalam bentuk tulisan ?

      .
      🌸 Autism isn’t a disability, it’s a difference, Autism isn’t a choice, acceptance is. So let’s spread awareness & love on #AutismAwarenessWeek 🌸
      .
      INI SAATNYA KITA PEDULI TANPA MEMBULLY.

      Any questions? Please leave your comment below.

    Sindrom Down

    Sindrom Down atau Down Syndrome

      Apakah pernah mendengar istilah tersebut?

        Down syndrome atau trisomy 21 adalah kelainan yang menyebabkan penderita mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya (lambat bicara, duduk, dan jalan), kecacatan (bentuk kepala datar, hidung pesek, dll) dan kelemahan fisik (mudah lelah dan sakit) serta memiliki IQ yang relative rendah dibandingkan dengan orang normal pada umumnya (25-70). Kelainan ini diakibatkan kromosom 21 berjumlah 3 (pada orang normal 2)(NDSS, 2012).

      Berhubungan dengan peringatan Hari Sindrom Down Internasional pasa tanggal 21 Maret, mari kita diskusikan beberapa hal mengenai Down Syndrome.

        PENYEBAB SINDROM DOWN

          Menurut Yanet dalam buku Gangguan Psikiater pada anak-anak Retardasi Mental oleh Triman yang dikutip oleh Munzayanah (2000 : 14) faktor penyebab down sindrome dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
          1) Kelompok Biomedi
          a) Pre natal. Dapat terjadi karena infeksi pada waktu ibu hamil, gangguan metabolisme, iradiasi sewaktu umur kehamilan antara 2-6 minggu, kelainan kromosom, malnutrisi.
          b) Natal. Anaxia (terhambatnya pasokan darah ke otak), asphisia, prematuritas, postmaturitas, kerusakan otak.
          c) Postnatal. Dapat terjadi karena malnutrisi, infeksi (meningitis dan enchepalitis), trauma
          2) Kelompok Sosio Kultural
          Kelompok etiologi ini dipengaruhi oleh proses psikososial dalam
          keluarga. Davis mengemukakan 3 macam teori, yaitu:
          a) Teori stimulasi
          Umumnya adalah penderita down syndrome yang tergolong
          ringan, disebabakan kekurangan rangsang, atau kekurangan
          kesempatan dari keluarga.
          b) Teoti gangguan
          Kegagalan keluarga dalam memberikan proteksi yang cukup
          terhadap stress pada masa anak-anak, sehingga mengakibatkan
          gangguan pada proses mental.
          c) Teori keturunan
          Teori ini menggunakan hubungan antara orang tua dan anak
          lemah sehingga anak mengalami stress akan bereaksi dengan
          cara yang bermacam-macam untuk dapat menyesuaikan diri.

            CIRI-CIRI SINDROM DOWN

              Gejala yang muncul akibat down syndrome dapat bervariasi
              mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai
              muncul tanda yang khas :
              1) Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian (anteroposterior) kepala mendatar.

              2) Sifat pada kepala, muka dan leher : penderita down syndrome mempunyai paras muka yang hampir sama seperti muka orang Mongol. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar. Pangkal hidungnya pendek. Jarak diantara 2 mata jauh dan berlebihan kulit di sudut dalam. Ukuran mulut adalah kecil dan ukuran lidah yang besar menyebabkan lidah selalu terjulur. Mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Pertumbuhan gigi lambat dan tidak teratur. Paras telinga adalah lebih rendah. Kepala biasanya lebih kecil dan agak lebar dari bagian depan ke belakang. Lehernya agak pendek. Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds) (80%), white Brushfield spots di sekililing lingkaran di sekitar iris mata (60%), medial epicanthal folds, keratoconus, strabismus, katarak (2%), dan retinal detachment. Gangguan penglihatan karena adanya perubahan pada lensa dan kornea.

              3) Manifestasi mulut : gangguan mengunyah menelan dan bicara. scrotal tongue, rahang atas kecil (hypoplasia maxilla), keterlambatan pertumbuhan gigi, hypodontia, juvenile periodontitis, dan kadang timbul bibir sumbing Hypogenitalism (penis, scrotum, dan testes kecil), hypospadia, cryptorchism, dan keterlambatan perkembangan pubertas.

              4) Manifestasi kulit : kulit lembut, kering dan tipis, atopic dermatitis.

              5) Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar. Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics). Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain. Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa congenital heart disease. Kelainan ini yang biasanya berakibat fatal karena bayi dapat meninggal dengan cepat. Masalah jantung yang paling kerap berlaku ialah jantung berlubang seperti Ventricular Septal Defect (VSD). Bagi kanak-kanak down syndrom boleh mengalami masalah jantung berlubang jenis kebiruan (cynotic spell) dan susah bernafas.

              6) Pada sistim pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esofagus (esophageal atresia) atau duodenum (duodenal atresia). Saluran esofagus yang tidak terbuka (atresia) ataupun tiada saluran sama sekali di bagian tertentu esofagus. Biasanya ia dapat dekesan semasa berumur 1 – 2 hari dimana bayi mengalami masalah menelan air liurnya.
              Biasanya bayi akan mengalami masalah pada hari kedua dan seterusnya selepas kelahiran di mana perut membuncit dan susah untuk buang air besar. Saluran usus rectum atau bagian usus yang paling akhir (dubur) yang tidak terbuka langsung atau penyempitan yang dinamakan “Hirshprung Disease”. Keadaan ini disebabkan sistem saraf yang tidak normal di bagian rektum. Biasanya bayi akan mengalami masalah pada hari kedua dan seterusnya selepas kelahiran di mana perut membuncit dan susah untuk buang air besar.

              7) Sifat pada tangan dan lengan : Sifat-sifat yang jelas pada tangan adalah mereka mempunyai jari-jari yang pendek dan jari kelingking membengkok ke dalam. Tapak tangan mereka biasanya hanya terdapat satu garisan urat dinamakan “simian crease”.
              Tampilan kaki : Kaki agak pendek dan jarak di antara ibu jari kaki dan jari kaki kedua agak jauh terpisah dan tapak kaki.
              Tampilan klinis otot : mempunyai otot yang lemah menyebabkan mereka menjadi lembek dan menghadapi masalah dalam perkembangan motorik kasar.

              8) Down syndrom mungkin mengalami masalah Hipotiroidism yaitu kurang hormon tiroid.

              9) Masalah Perkembangan Belajar Down syndrom secara keseluruhannya mengalami keterbelakangan perkembangan dan kelemahan kognitif. Pada pertumbuhana mengalami masalah lambat dalam semua aspek perkembangan yaitu lambat untuk berjalan, perkembangan motorik halus dan berbicara. Perkembangan sosial mereka agak menggalakkan menjadikan mereka digemari oleh ahli keluarga. Mereka juga mempunyai sifat periang. Perkembangan motor kasar mereka lambat disebabkan otot-otot yang lembek tetapi mereka akhirnya berhasil melakukan hampir semua pergerakan kasar.

              10) Gangguan tiroid
              Penderita down syndrome sering mengalami gangguan pada beberapa organ tubuh seperti hidung, kulit dan saluran cerna yang berkaitan dengan alergi. Penanganan alergi pada penderita dwon syndrome dapat mengoptimakan gangguan yang sudah ada. Penderita down syndrome sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian (anteroposterior) kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar. Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds).
              Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar. Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput.